CUAN128 SEHAT · RUTINITAS SEHAT

Cerita Nadia: belajar berhenti judi online

Kisah orang pertama Nadia, 27 tahun, tentang mengambil langkah untuk berhenti judi online dan memperbaiki keseharian.

Ilustrasi karakter dalam cerita perjalanan pulih

Cerita orang pertama · Nadia, 27 tahun · kasir minimarket di Tangerang

“Saya mulai berjalan sepulang kerja supaya tangan saya tidak otomatis membuka permainan.”

Jam kerja saya berganti-ganti. Pulang malam membuat saya sering sulit tidur dan menggulir layar tanpa tujuan. Dari sebuah tautan yang dibagikan di grup, saya mencoba judi online karena terlihat seperti cara cepat mendapatkan uang tambahan.

Awalnya tidak ada yang tahu. Saya masih bisa datang tepat waktu dan tersenyum di depan pelanggan. Tapi di kepala saya, angka kekalahan terus berputar. Saya mulai membawa bekal agar uang makan bisa dipakai bermain.

Saat ibu bertanya mengapa saya terlihat pucat, saya menyalahkan jadwal kerja. Padahal banyak malam yang saya habiskan menunggu hasil permainan, lalu masuk shift pagi dengan mata berat dan rasa kesal.

Pada suatu hari libur saya mencoba keluar rumah tanpa ponsel selama dua puluh menit. Tidak terjadi sesuatu yang luar biasa. Saya hanya berjalan mengitari lapangan. Tapi untuk pertama kalinya, saya sadar dorongan itu bisa naik dan turun tanpa harus saya turuti.

Saya membuat aturan kecil: selesai shift saya mandi, menyiapkan makan, lalu jalan kaki sebentar. Saat ingin bermain, saya mengirim pesan kepada sepupu dan menunggu sepuluh menit sebelum mengambil keputusan. Saya juga menghapus akun yang mengirim promosi.

Ada hari ketika saya kembali tergoda. Saya ceritakan kepada sepupu, bukan menyembunyikannya. Rasa malu memang ada, tetapi percakapan itu membantu saya memilih langkah berikutnya daripada mengejar uang yang hilang.

Sekarang saya lebih sering tidur cukup dan bisa memisahkan uang transportasi dari pengeluaran lain. Hidup saya belum sempurna, tapi kebiasaan sederhana yang saya ulang setiap hari jauh lebih berarti daripada janji kemenangan cepat.

Cerita pada halaman ini merupakan karya naratif untuk edukasi. Tokoh dan peristiwanya bukan kesaksian seseorang yang telah diverifikasi.

Langkah yang bisa dipelajari

Cerita ini menggambarkan pentingnya menyadari dampak, mengurangi pemicu, memprioritaskan kebutuhan keluarga, dan mencari dukungan. Proses setiap orang berbeda dan tidak ada jaminan perubahan terjadi seketika.